Headline

Tanpa Periode Seperti Presiden, Jabatan Hakim Agung Digugat

Gedung Mahkamah Agung, (Foto: Istimewa)

TINTAEMAS.CO, Jakarta – Hakim agung pensiun di usia 70 tahun dan tidak memiliki periode per lima tahun seperti Presiden RI. Hal ini dinilai inkonstitusional dan digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Dengan pembatasan masa jabatan Presiden dan tidak adanya pembatasan masa jabatan hakim agung–menurut pandangan kami sebagai warga negara– telah terjadi diskriminasi. Karena di satu sisi masa jabatan Presiden dan Wapres dibatasi, di sisi lain tidak ada pembatasan terhadap masa jabatan hakim agung,” kata pemohon, Aristides Verissimo de Sousa Mota dalam berkas gugatan yang dilansir website MK, Minggu (22/12/2019).

Jika seseorang terpilih menjadi hakim agung pada usia 45 tahun, maka kemungkinan besar bisa berkausa selama 25 tahun karena usia pensiun hakim agung adalah 70 tahun. Atas hal itu Aristides meminta MK menyatakan agar masa jabatan hakim agung adalah 5 tahun.

“Dan dapat dipilih kembali untuk satu periode sehingga masa jabatan hakim agung maksimal 10 tahun,” ujarnya.

Adapun hakim agung yang telah bertugas lebih dari 10 tahun, Aristides meminta putusan MK langsung berlaku. Hakim agung yang dimaksud harus berhenti dari jabatannya.

“Untuk hakim agung yang telah bertugas lebih dari lima tahun tetapi kurang dari 10 tahun, maka masa tugas yang bersangkutan berakhir ketika telah mencapai sepuluh tahun,” kata Aristides dalam petitumnya.

Adapun hakim agung yang belum lima tahun bertugas, maka masa jabatan selesai saat masuk masa kerja lima tahun. Hakim agung itu harus mengikuti seleksi ulang agar bisa jadi hakim agung lagi.

“Demikian gugatan ini kami buat dengan harapan semoga majelis Yang Mulia menerima gugatan dan tuntutan yang kami ajukan demi kebaikan bangsa Indonesia tercinta,” ucap Aristides.

Saat ini, hakim yang memiliki periode adalah hakim konstitusi dan hakim ad hoc. Keduanya mempunyai masa kerja per lima tahun. Setelah itu, dilakukan review dan dipilih kembali. (RH)

Sumber: Detik.com

Kategori:Headline, Hukum, Nasional

Tagged as: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.