Headline

Hina Jokowi di Facebook, Juanda Dituntut 1 Tahun Penjara

Terdakwa Juanda, Pelaku Penghinaan terhadap Jokowi Dituntut 1 tahun penjara di PN Batam, Kamis (28/11/2019)

TINTAEMAS.CO, Batam – Juanda alias Juan, pelaku penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo melalui akun Facebook akhirnya dituntut 1 tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (28/11/2019) lalu.

Dalam amar tuntutannya, JPU Mart Mahendra Sebayang menilai, perbuatam terdakwa Juanda Alias Juan telah terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak, menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (Sara).

Selain itu, kata Mahendra, terdakwa Juanda juga telah terbukti bersalah melanggar Pasal 45A ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Juncto Pasal 28 ayat (2) UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Menuntut agar majelis hakim yang mengadili dan memeriksa perkara ini, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Juanda alias Juan dengan pidana penjara selama 1 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara, dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan,” Kata Mahendra membacakan amar tuntutan menggantikan JPU Rumondang.

Selain hukuman penjara, lanjutnya, terdakwa juga dituntut membayar denda sebesar Rp 10 juta subsidair 3 bulan kurungan.

“Berdasarkan amanat Undang – undang, apabila terdakwa tidak membayar denda maka akan di ganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan penjara,” pungkasnya.

Usai dituntut dengan pidana penjara selama 1 tahun, terdakwa Juanda langsung mengajukan Nota Pembelaan (Pledoi) secara lisan di hadapan majelis hakim, yang pada intinya meminta keringanan hukuman.

“Atas tuntutan tersebut, Saya mohon keringanan hukuman yang mulia. Saya menyesal dan berjanji tidak akan mengulanginya,” pinta terdakwa Juanda.

Setelah mendengarkan pembacaan surat tuntutan dan Pledoi secara lisan dari terdakwa dan JPU, ketua majelis hakim Taufik Nainggolan didampingi Dwi Nuramanu dan Yona Lamerosa kembali menunda persidangan selama 1 minggu untuk pembacaan putusan.

Berdasarkan uraian surat dakwaan yang dibacakan JPU pada persidangan sebelumnya, Juanda alias Juan harus berurusan dengan aparat penegak hukum karena telah membagikan postingan di group facebook NEW WAJAH BATAM berupa gambar dan tulisan, yang berisi tentang penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo.

“Kasus ini mencuat setelah postingan terdakwa Juanda di akun Facebook bernama Gilang Ramadan yang membagikan postingan di group facebook GERAKAN 2019 GANTI PRESIDENT berupa gambar dan tulisan, yang mengatakan bahwa ,’’Ternyata Jokowi anak keturunan PKI,” Kata Rumondang membacakan surat dakwaan.

Selain memposting gambar dan tulisan di group Facebook NEW WAJAH BATAM, sambung Rumondang, terdakwa juga memposting gambar dan tulisan berisi penghinaan terhadap Presiden Jokowi di group Facebook lain yang di ikuti terdakwa.

Atas postingan tersebut, tim cyber Polda Kepri yang sedang melakukan patroli Cyber langsung mengidentifikasi akun facebook atas nama Gilang Ramadan dan langsung melakukan penangkapan.

 

“Setelah di identifikasi, tim Cyber langsung menangkap terdakwa di rumahnya yang terletak di Kavling Kamboja blok C3 No. 25 RT. 005 RW. 015 Kelurahan Sungai Pelungkut, Kecamatan Sagulung, Kota Batam,” ujarnya. (RH)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.