Headline

Curi Motor Untuk Beli Sabu, Herman Dituntut 2 Tahun Penjara

Terdakwa Herman Dituntut 2 Tahun Penjara Setelah Mencuri Motor Bos-nya di PN Batam, Senin (25/11/2019).

TINTAEMAS.CO, Batam – Terdakwa Herman, pria asal Belawan, Sumatera Utara yang nekat mencuri dan menjual sepeda motor milik bos-nya, dituntut 2 tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Senin (25/11/2019).

Dalam amar tuntutnya, JPU Muhammad Rizki mengatakan bahwa perbuatan terdakwa telah terbukti bersalah melanggar Pasal 372 KUHP, sebagaimana dakwaan tunggal Penuntut Umum.

Baca Juga: Jual Motor Bosnya untuk beli Sabu Herman terancam 4 tahun penjara

“Menuntut, agar majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Herman alias Akau dengan pidana penjara selama 2 tahun,” kata Rizki membacakan amar tuntutan.

Sebelum menuntut terdakwa dengan pidana penjara, JPU menilai alasan terdakwa untuk menjual motor milik bosnya merupakan perbuatan melawan hukum sehingga tidak ada alasan pemaaf untuk membebaskannya. Apalagi, uang dari hasil penjualan digunakan untuk membeli sabu-sabu.

Menanggapi tuntutan itu, pria 25 tahun ini langsung menyatakan terima.”Saya terima yang mulia, tapi saya mohon hukuman saya diringankan. Saya menyesal dan berjanji untuk tidak mengulanginya,” Pinta Herman dihadapan Ketua majelis hakim Taufik Nainggolan didampingi Dwi Nuramanu dan Yona Lamerosa.

Usai pembacaan tuntutan dari JPU dan Pledoi secara lisan dari terdakwa, majelis hakim kemudian menunda persidangan selama satu minggu untuk pembacaan putusan.

“Setelah mendengar pembacaan tuntutan san pledoi dari terdakwa, sidang kita tunda hingga minggu depan untuk pembacaan putusan,” kata Taufik menutup persidangan.

Pada persidangan sebelumnya, pria asal Belawan, Sumatera Utara ini merupakan karyawan di sebuah toko yanh nekat mencuri dan menjual sepeda motor milik bos-nya karena terdesak membeli sabu.

“Saya mencuri untuk beli sabu,” ujar pria 25 tahun ini pada persidangan yang lalu.

Dia mengatakan, sudah setahun belakangan ini menjadi pengguna sabu. Dan hasil penjualan motor seharga Rp 500 ribu itupun ia habiskan untuk membeli sabu di kawasan Pasar Induk, Jodoh. “Saya jual motor itu ke pada kawan yang kerja di planet 3,” kata Herman.

Sementara itu, Polem Amri sang Pemilik motor yang dihadirkan JPU dalam persidangan sebagai saksi mengatakan bahwa, terdakwa baru 3 bulan bekerja di tokonya. “Awalnya saya kasihan, makanya saya ajak dia bekerja,” kata Polem saat memberikan keterangan.

Lanjut Polem, awalnya terdakwa meminjam sepeda motor merk Yamaha Vega R BP 4772 IM miliknya untuk bertemu dengan seseorang yang bernama Flores di Taman Jodoh pada Senin (2/9/2019 lalu.

“Waktu itu, Ia (terdakwa Herman-red) meminjam motor untuk bertemu kawannya di Taman Jodoh. Setelah bertemu, ternyata motornya dijual sama dia (Flores-red) seharga Rp 500 ribu,” terang Polem.

Usai menjual motor tersebut, Ia kembali toko dan saat ditanya kemana motor tersebut, terdakwa mengaku motor sedang rusak dan dibawa ke bengkel. Namun keesokan harinya, terdakwa tidak bekerja dan malah menghilang, hingga ia pun ditangkap pihak kepolisian.

“Akibat perbuatannya itu, saya mengalami kerugian sebesar Rp 3 juta,” pungkasnya/ (RH)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.