Headline

2 Siswa SMPN 21 Sagulung Dikeluarkan dari Sekolah Karena Menolak Hormat Bendera dan Nyanyikan Lagu Kebangsaan

Rapat stakeholder dengan pihak sekolah SMPN 21 Sagulung. (Foto: Batamtoday.com)

TINTAEMAS.CO, Batam – Menolak Hormat Bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya saat upacara, Dua orang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 21 Kelurahan Sei Langkai, Kecamatan Sagulung, Batam terpaksa dikeluarkan dari sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan mengatakan, keputusan tersebut berdasarkan hasil kesepakatan bersama dengan stakeholders terkait, seperti pihak SMPN 21 Batam, Dewan Pendidikan Kota Batam, Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Kepri, Kementerian Agama (Kemenag) Batam, serta TNI-Polri.

“Dan ini yang telah kami sepakati serta tindak lanjuti hari ini (Senin, 25/11/2019) mengenai penyelesaiannya. Dari hasil kesepakatan itu sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Danramil bahwasanya ini terkait nasionalisme akan NKRI,” ujarnya di lokasi SMP Negeri 21, Senin (25/11/2019).

Hendri mengatakan, sejauh ini pihaknya baru kali ini mendapatkan laporan seperti ini, dan itu baru di SMP Negeri 21. Di sekolah lain di Batam dia katakan belum pernah ada.

Dari laporan yang disampaikan oleh Kepala Sekolah SMPN 21 ke Disdik Batam, diketahui bahwa persoalan adanya siswa mereka yang menganut aliran kepercayaan tertentu, di mana pada saat upacara bendera tidak boleh menghormati bendera dan tidak boleh menyanyikan lagu Indonesia Raya karena aliran kepercayaan yang dianut orangtua siswa tersebut.

“Jadi kalau seandainya tidak mau melakukan gerak hormat pada bendera atau tidak mau menyanyikan lagu Indonesia Raya, ini merupakan bagian dari pada melawan aturan berkewarganegaraan dan berkebangsaan,” tegasnya.

Kadisdik juga mengatakan bahwa hasil dari pertemuan di SMPN 21 Batam pada hari Senin (25/11/2019), maka di sepakati bahwasanya Disdik akan mencoba memfasilitasi siswa-siswa tersebut untuk tetap bersekolah dengan cara paket atau masuk ke sekolah non-formal.

Dalam menanggapi kasus ini, Ketua Dewan Pendidikan Batam Sudirman Dianto menyebutkan semua telah memiliki satu pandangan, bahwa dari sisi aturan harus ditegakkan. Dari sisi anak juga harus dilakukan pembinaan dan pemenuhan terhadap hak anak-anaknya.

Semua tahapan juga telah dilakukan oleh sekolah. Di mulai dari komunikasi persuasif kemudian mediasi dengan orangtua anak. Namun pada akhirnya, sang anak tidak mau tunduk dan patuh terhadap aturan yang berlaku di sekolah, yaitu aturan terhadap cinta kepada tanah air melalui simbolnya, seperti hormat bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan mengikuti aturaan yang ada di sekolah.

“Sehingga disepakati si anak dikeluarkan dari sekolah. Karena ini ada bibit-bibit makar di dalamnya,” terang Sudirman.

Di tempat yang sama Danramil Batam Barat 02, Kapten R Sitinjak mengatakan, baginya apa yang dilakukan kedua murid untuk tetap mengikuti aliran kepercayaan orangtua tersebut adalah (menjurus) pada makar.

Bagaimana suatu kepercayaan bisa melarang umatnya untuk hormat bendera, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan hormat kepada guru.

“Barangsiapa yang tidak mau menghormati bendera, lambang negara dan mengormati guru berartikan itu makar. Tentu harus di “Nol” kan dia, gak boleh ada, gak boleh itu,” ungkapnya.

Disebutkan oleh pihak sekolah dua orang murid tersebut telah lama tidak melakukan hormat bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan yakni sedari kelas VII hingga kini kelas IX.

“Karena selama kelas VII hingga kelas VIII telah kita lakukan pembinaan namun tetap tidak bisa mengikuti. Baru sekaranglah kita sampaikan ke Dinas Pendidikan,” pungkas Poniman Kepala Sekolah SMP Negeri 21 Sagulung, Batam. (RH)

Sumber: Batamtoday.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.