Headline

Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan Calon Pekerja Migran ke Malaysia, 1 Tersangka di Bekuk dan 7 Korban Diselamatkan

Ekspose Pengungkapan Kasus Penyelundupan Calon Pekerja Migran Ke Malaysia, Senin (18/11/2019).

TINTAEMAS.CO, Batam – Kepolisian Daerah (Polda) Kepri, kembali menggagalkan upaya perdagangan Manusia bermodus pengiriman Pekerja Migran Ilegal (PMI) ke Malaysia.

Menurut Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Erlangga, pengungkapan kasus perdagangan Manusia oleh Ditreskrimum Polda Kepri berawal dari informasi masyarakat yang berada di Manado.

“ Polisi mendapatkan informasi dari Manado, bahwa ada 1 orang calon Pekerja Migran Ilegal (PMI) ilegal asal Manado yang sedang ditampung di Perum Bambu Kuning, Sagulung, Kota Batam yang hendak diberangkatkan ke Malaysia secara ilegal,” kata Erlangga pada saat ekspose di Mapolda Kepri, Senin (18/11/2019).

Dari informasti tersebut, lanjut Erlangga, Tim gabungan subdit 4 dan subdit 3 ditreskrimum polda kepri melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan 7 orang perempuan calon Pekerja Migran Ilegal, di rumah penampungan yang beralamat di Perum Bambu Kuning, blok b27 no. 21, Kecamatan Sagulung, Kota Batam.

Pada saat mengamankan para korban, petugas berhasil mengamankan beberapa dokumen berupa Pasport, KTP serta boarding pass lion air dari calon Pekerja Migran Indonesia tersebut.

“Ketujuh calon Pekerja Migran ini berasal dari beberapa daerah di Indonesia, diantaranya 5 orang berasal dari NTT dan sisanya berasal dari Manado serta Surabaya,” terangnya.

Masih kata Erlangga, setelah mengamankan para korban di rumah penampungan, tim kemudian melakukan penangkapan terhadap pelaku di daerah Sei Panas, Batam Center yang diduga akan melarikan diri dari kota batam.

Usai penangkapan, pelaku kemudian dibawa ke kantor Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“ Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 81 UU RI No 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia diluar negeri, dengan ancaman pidana paling lama 10 tahun penjara,” pungkas Erlangga. (RH)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.