Headline

Ditreskrimsus Polda Kepri Tetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Monumen Bahasa Melayu

Tiga Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Monumen Bahasa Melayu, Senin (18/11/2019).

TINTAEMAS.CO, Batam – Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri menetapkan 3 orang tersangka Kasus Korupsi pembangunan Monumen Bahasa Melayu Tahap Dua.

“Tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni Arifin Nasir (AN), mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kepri, Direktur PT Sumber Tenaga Baru, Yunus (YN) dan Muhammad Yazser, Direktur CV Rida Djawari,” Kata Kabidhumas Polda Kepri, Kombes Pol Erlangga, Senin (18/11/2019).

Dalam kasus ini, Kata Erlangga, Ditreskrimsus berhasil mengungkap tindak pidana pada Belanja Modal pengadaan konstruksi bangunan Monumen Bahasa Melayu tahap II antara PT. Sumber Tenaga Baru dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri yang menggunakan dana APBD T.A 2014.

Modus yang dilakukan para tersangka dalam kasus ini, lanjut Erlangga, adalah pengalihan pengerjaan proyek kepada pihak lain. Yaitu dari PT Sumber Tenaga Baru kepada CV Rida Djawari yang diketahui oleh mantan Kepala Dinas Pendidikan Arifin Nasir.

“Dari hasil penyidikan, diketahui Tindak Pidana Korupsi Monumen Bahasa Melayu Tahap II diawali dengan penandatanganan surat perjanjian untuk melaksanakan pekerjaan belanja modal pengadaan kontruksi bangunan Monumen Bahasa Melayu tahap II Nomor : 010 / SP – PPK / Disbud / VI / 2017 antara tersangka Arifin Nasir dengan tersangka Yunus,” terang Erlangga.

Erlangga menjelaskan, dalam kasus ini Ketiga tersangka mempunyai peranan yang berbeda. Tersangka Arifin Nasir mengetahui dan menyetujui pengalihan pelaksanaan pekerjaan utama kepada pihak lain,dan sebagai PPK tidak melakukan tugas pokok dan kewenangannya untuk mengendalikan pelaksanaan kontrak.

Sementara tersangka Yunus selaku penyedia barang telah mengalihkan pelaksanaan pekerjaan utama kepada tersangka Muhammad Yazser dengan cara meminjamkan PT.Sumber Tenaga Baru dan mendapat fee sebesar 3 % sejumlah Rp.66.634.245,.

“Namun dalam pelaksanaannya, tersangka Muhammad Yazser (CV Rida Djawari – red) tidak melaksanakan pekerjaan sesuai kontrak dimana progres pekerjaannya dibawah mutu beton K 250 (tidak sesuai dengan spek),” tambahnya.

Akibat dari perbuatan para tersangka, Negara telah dirugikan sebesar Rp 2,2 Miliar lebih berdasarkan laporan hasil audit penghitungan kerugian keuangan Negara BPKP perwakilan Provinsi Kepulauan Riau.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan UU RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tidak pidana korupsi dengan ancaman pidana penjara selama 20 tahun. (RH)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.