Headline

Sembunyikan Sabu dan Ekstasi Di Loteng Rumah, Deni dan Rudi Terancam Hukuman Mati

Rudi Marpaung dan Deni Wahyu, Bandar Sabu usai Jalani Sidang di PN Batam, Kamis (14/11/2019).

TINTAEMAS.CO, Batam – Dua pengedar sabu-sabu, Rudi Marpaung dan Deni Wahyu akhirnya diseret ke kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (14/11/2019) lalu.

Keduanya terancam hukuman mati lantaran memiliki Narkotika jenis sabu seberat 1.250,5 gram dan 861 butir pil Ekstasi.

Dituturkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Karya Immanuel So Grot dalam surat dakwaan, kedua terdakwa diringkus anggota Satres Narkoba Polresta Barelang di Bengkong Kolam Nomor 01 RT / 05 RW.03 Kel.Sadai Kec.Bengkong, Kota Batam.

“Kedua terdakwa ditangkap polisi berdasarkan informasi dari masyrakat bahwa di kos-kosan terdakwa Deni Wahyu sering terjadi transaksi jual beli Narkoba,” kata Nuel membacakan surat dakwaan dihadapan majelis Hakim Taufik Nainggolan, Dwi Nuramanu dan Yona Lamerosa.

Dari informasi tersebut, Lima orang anggota Satresnarkoba langsung mendatangi dan menggeledah rumah tersebut. Awalnya petugas menemukan sabu seberat 0,5 gram milik terdakwa Rudi Marpaung di dalam satu buah tas sandang merk Eiger.

Setelah menangkap terdakwa Rudi Marpaung dan Deni Wahyu, kata Nuel, pemilik kosan pun turut diamankan petugas dan langsung di gelandang ke kantor Satresnarkoba Polresta Barelang untuk di mintai keterangan.

Dari keterangan para terdakwa, ternyata masih ada 10 paket sabu seberat 36 gram yang disembunyikan di loteng kamar mandi Kos’an tersebut.

Selanjutnya, sebut Nuel, Polisi kemudian menggeledah kamar kosannya terdakwa Rudi Marupaung yang beralamat Jalan Sumatera No.35A, Lantai 2 Kamar 202 RT.01 RW.08, Kel.Tanjung Buntung Kec.Bengkong,Kota Batam.

“Dari penggeledahan, Polisi kembali menemukan satu buah kantong plastik warna hitam berisikan 10 bungkus narkotika jenis sabu dibungkus plastik transparan seberat 958 gram dan 9 bungkus narkotika jenis pil ekstasi berbentuk hantu warna ungu sebanyak 861 butir dari lantai kamar kosan terdakwa Rudi Marupaung,” terangnya.

Menurut pengakuan terdakwa, barang haram itu merupakan milik Sultan (DPO). Rencananya, Barang haram ini akan di jual ke para calon pembeli di Kota Batam.

“Atas perbuatannya, Kedua terdakwa dijerat dengan pasal 114 Ayat(2) Juncto Pasal 132 Ayat(1) dan Pasal 112 Ayat(2) Juncto Pasal 132 Ayat(1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkas JPU Immanuel.

Usai mendengarkan uraian surat dakwaan dari JPU, Majelis hakim lantas menunda persidangan selama satu minggu untuk pemeriksaan para saksi.

“Berhubung hari ini JPU belum menghadirkan para saksi, sidang kita tunda selama satu minggu untuk mendengarkan keterangan para saksi,” Kata Taufik sambil mengetuk palu menutup persidangan. (RH)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.