Headline

Simpan Sabu di Selangkangan, Seorang Bidan di Tangkap Petugas Bandara.

Terdakwa Diana Roza, Seorang ASN (Bidan) di Puskesmas Seilekop, Kabupaten Bintan, Usai Jalani Sidang di PN Batam, Senin (11/11/2019).

TINTAEMAS.CO, Batam – Diana Roza, Seorang ASN (Bidan) di Puskesmas Seilekop, Kijang, Kabupaten Bintan, yang diamankan karena membawa sabu seberat 201,45 gram di Bandara International Hang Nadim Batam, kembali menjalani sidang di PN Batam, Senin (11/11/2019).

Dalam persidangan, Dua orang saksi dari petugas Asvec dan Bea Cukai Bandara yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rosmarlina Sembiring menerangkan bahwa, terdakwa Diana Roza ditangkap pada saat melewati pintu pemeriksaan metal Detector di Bandara Hang Nadim.

“Pada saat melewati pintu pemeriksaan metal Detector, Kami melakukan pemeriksaan (Cek Body) terhadap terdakwa dan menemukan beberapa bungkusan plastik bening diduga sabu yang Ia sembunyikan dalam Softek dan BH yang digunakan terdakwa,” kata saksi Tiya Agustina dihadapan majelis hakim Taufik Nainggolan, Dwi Nuramanu dan Yona Lamerosa.

Awalnya, lanjut saksi, penangkapan terhadap terdakwa dari kecurigaan petugas atas gerak – geriknya saat memasuki pintu pemeriksaan metal Detector.

“Pada waktu diamankan, kami berhasil menyita 159 gram sabu didalam Softek yang disimpan di selangkangan. Sementara 42,45 gram lainnya disita dari balik BH yang dipakai terdakwa,” Ujar Tiya.

Setelah diamankan, kata Tiya, terdakwa beserta barang bukti sabu dibawa ke kantor Bea dan Cukai bandara, selanjutnya diserahkan kepada pihak Ditresnarkoba Polda Kepri untuk proses penyidikan lebih lanjut.

“Dalam perkara ini, pihak bea cukai hanya menerima limpahan dari petugas Asvec, selanjutnya terdakwa beserta barang bukti sabu diserahkan kepada pihak Ditresnarkoba Polda Kepri untuk proses penyidikan lebih lanjut,” pungkas saksi dari Bea Cukai, Arief Prasetya Aji.

Dari keterangan saksi, terdakwa hanya tertunduk dan membenarkan semua kesaksian yang di paparkan oleh dua saksi yang dihadirkan oleh JPU.

“Keterangan dari para saksi sudah benar semua yang mulia,” Kata terdakwa Diana Roza.

Sementara itu, menurut pengakuan terdakwa Diana Roza, barang haram ini Ia dapatkan dari Maniarusu Arjuna (dilakukan penuntutan terpisah) untuk di bawa ke Palembang melalui Bandara Hang Nadim Batam.

“Barang haram ini saya bawa dari Tanjungpinang. Rencananya akan di selundupkan ke Palembang melalui Bandara Hang Nadim Batam,” terang Diana.

Terkait Statusnya sebagai ASN, terdakwa Diana Roza Juga mengakui bahwa sebelum ditangkap hingga sekarang, Ia masih berstatus sebagai ASN (Bidan) di Puskesmas Sei Lekop, Bintan Timur.

“Sebelum ditangkap, saya masih berstatus ASN (Bidan) di Puskesmas Sei Lekop, Bintan Timur, Provinis Kepulauan Riau,” terangnya.

Usai mendengarkan keterangan saksi dan keterangan terdakwa, majelis hakim kembali menunda persidangan selama satu minggu untuk pembacaan surat tuntutan dari JPU.

Diuraikan dalam persidangan sebelumnya, terdakwa Diana Roza merupakan ASN (Bidan) di Puskesmas Sei Lekop, Bintan Timur, Provinis Kepulauan Riau didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan Pasal 114 Ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, karena nekad menyelundupkan sabu – sabu ke Palembang melalui Bandara Hang Nadim Batam. (RH)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.