Headline

OJK Kepri di Laporkan Ke Ombudsman, Diduga Maladministrasi

Erlina, Mantan Direktur BPR Agra Dhana Pada Saat Membuat Laporan di Kantor Ombudsman Kepri, Senin (11/11/2019).

TINTAEMAS.CO, Batam – Mantan Direktur BPR Agra Dhana, Erlina, Senin (11/11/2019) sore, melaporkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepri ke Ombudsman atas dugaan Maladministrasi terkait tidak adanya tindaklanjut Laporan Pidana yang dilakukan jajaran komisaris dan direksi PT BPR Agra Dhana.

Didampingi Penasehat Hukumnya, Manuel P Tampubolon, Erlina menyambangi Kantor Ombudsmen Kepri di gedung Graha Pena, Batam Center, sekira pukul 15.00 Wib.

“Tujuan Saya datang kesini adalah mau melaporkan OJK Kepri ke Ombudsman atas dugaan maladministrasi terkait laporan Pidana yang dilakukan jajaran komisaris dan direksi PT BPR Agra Dhana,” kata Erlina di depan Kantor Ombudsman Kepri.

Erlina menjelaskan, laporan pidana terhadap jajaran komisaris dan direksi PT BPR Agra Dhana karena ada dugaan Tindak Pidana Melanggar Pasal 49 Ayat (1) Huruf A, B, UU RI No 10 Tahun 1998 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan.

Tanda Terima Pengiriman Surat Laporan Kepada OJK

Laporan Pidana tersebut, sebut Erlina, hampir dua tahun namun hingga saat ini tidak ditindaklanjuti oleh Pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Propinsi Kepulauan Riau.

“Saya sudah melayangkan Surat Konfirmasi kepada Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Propinsi Kepulauan Riau, terkait tindak lanjut penanganan Perkara tersebut, namun hingga saat ini tidak ada jawaban dari pihak OJK,” terangnya.

Disaat yang sama, Manuel P Tampubolon selaku Penasehat Hukumnya Erlina mengatakan, tidak adanya tindaklanjut dari OJK terkait laporan kliennya, Pimpinan beserta jajaran OJK Propinsi Kepri telah melakukan maladministarsi, karena telah mengabaikan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 22/POJK.01/2015 Tentang Penyidikan Tindak Pidana di Sektor Jasa Keuangan.

“Adapun dasar klien saya melaporkan OJK adalah Undang-Undang RI No 37 Tahun 2008 Tentang Ombudsman RI dan Undang-Undang RI No 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik,” Kata Manuel.

Manuel P Tampubolon berharap, dengan adanya laporan dari kliennya, Ombudsman dapat memberikan atensi khusus agar segera ditindaklanjuti.

“Apabila diperlukan, Klien saya Elina bersedia untuk memberikan keterangan secara langsung kepada Kepala Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Propinsi Kepulauan Riau,” pungkas Manuel.

Untuk diketahui, OJK Kepri di laporkan ke Ombudsman berawal dari mengendapnya laporan Erlina terhadap dugaan tindak pidana yang di lakukan jajaran komisaris dan Direksi PT BPR Agra Dhana.

Dengan adanya Laporan tersebut, OJK pernah mengundang Erlina untuk menyelenggarakan pertemuan yang tertuang dalam Risalah rapat Nomor: RR-25/KO.0502/2018 Otoritas Jasa Keuangan di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor OJK Propinsi Kepulauan Riau.

Pada saat pertemuan di Kantor OJK, terungkap bahwa Jajaran Komisaris beserta Direksi PT BPR Agra Dhana tidak dapat menjelaskan dalam Laporan Keuangan PT BPR Agra Dhana Tahun Buku 2015 yang telah dilaporkan dan diaudit oleh Otoritas Jasa keuangan (OJK) Kepri.

Tidak adanya penjelasan dari jajaran Komisaris beserta Direksi PT BPR Agra Dhana tersebut telah mengarah kepada Dugaan Tindak Pidana Melanggar Pasal 49 Ayat (1) Huruf A,B UU RI No 10 Tahun 1998 Tentang Perubahan UU No 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan.

Akan tetapi, dugaan atau indikasi tindak pidana yang di laporkan Erlina tidak digubris bahkan terkesan ada pembiaran oleh penyidik dari OJK, sehingga OJK Kepri dilaporkan ke Ombudsman.

Dalam kasus ini, Erlina telah dirugikan karena dipaksa menyetorkan uang sebesar Rp 929 juta lebih ke Rekening PT BPR Agra Dhana yang tidak diketahui peruntukannnya. (RH)

1 reply »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.