Headline

Tergiur Upah Rp 50 Juta, Fakhrul Nekat Jadi Kurir Sabu.

Terdakwa Fakhrul Azmi Usai Jalani Persidangan di PN Batam, Kamis (7/11/2019).

TINTAEMAS,CO, Batam – Demi mendapatkan uang secara instan, Fakhrul Azmi nekat menjadi kurir sabu sebanyak 895 gram. Ia Akhirnya diseret ke Pengadilan Negeri (PN) Batam untuk di sidang, Kamis (7/11/2019).

Dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pengganti Karya So Immanuel, terdakwa ditangkap petugas Asvec Bandara Hang Nadim pada awal Agustus lalu karena kedapatan menyimpan sabu hampir satu kilo di balik lipatan celana yang tersimpan dalam tas miliknya.

Baca Juga: Nyambi jualan narkoba pns bapas tanjungpinang hanya dituntut 6 tahun penjara

“Dari Aceh terdakwa datang ke Batam untuk mengambil sabu yang akan dibawa ke Semarang,” ujar JPU Immanuel.

Sesampainya di Batam, sekitar pukul 18.00 WIB terdakwa bertemu dengan seseorang yang dipanggil Abang di Pasar Mitra Raya. Setelah itu, terdakwa menerima 1 bungkus plastik warna biru yang didalamnya berisi sabu.

Keesokan harinya sekitar pukul 07.00 WIB terdakwa menuju Bandara Hang Nadim untuk berangkat ke Semarang. “Berbekal tiket dan uang senilai Rp 2 juta dia hendak ke Semarang tapi ditahan oleh petugas karena membawa sabu,” lanjut Nuel, sapaan akrab Karya So Immanuel Grot.

Terdakwa sendiri dijanjikan upah sebesar Rp 50 juta. Ia ditawari oleh Toni (DPO) untuk membawa barang haram itu ke Semarang. Karena upah yang cukup fantastik inilah yang menjadi alasannya nekat melawan hukum, padahal resiko hukuman penjara seumur hidup bahkan hukuman siap-siap harus ditanggungnya.

“Uangnya belum dikasih semua, hanya baru DP saja,” terang Nuel.

Baca Juga: Simpan-sabu di kotak susu kakek ini dituntut 16 tahun penjara

Akibat perbuatannya, terdakwa dijerat dua pasal sekaligus, yakni pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Terdakwa tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika Golongan I yang beratnya melebihi 5 gram dalam bentuk bukan tanaman yang dilakukan oleh terdakwa,” pungkasnya.

Sementara sebelumnya, terdakwa Fahrul mengaku sudah tiga kali ia menjadi kurir sabu. Dua kali sukses ke Palembang Sumatera Selatan, dan ke Semarang.

Usai mendengarkan pembacaan surat dakwaan, Majelis hakim Muhammad Chandra dan Efrida Yanti serta Jasael kembali menunda persidangan selama sepekan untuk mendengarkan keterangan saksi. (RH)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.