Hukum

Selundupkan 59 Gram Sabu Ke Lampung, Nerlando di Vonis 8 Tahun Bui

Terdakwa Narkoba Mahi Nerlando Usai Menjalani Sidang Putusan di PN Batam.

TINTAEMAS.CO, Batam – Mahi Nerlando, Terdakwa penyelundup 59 gram sabu ke Lampung divonis 8 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (17/10/2019) lalu.

“Menyatakan terdakwa Mahi Nerlando telah bersalah melanggar pasal 114 ayat (2) Undang Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 8 tahun,” Kata Marta Napitupulu, pada saat membacakan amar putusan.

Majelis hakim menilai, perbuatan terdakwa dalam melakukan aktivitas penyelundupan narkoba sangat bertentangan dengan Peraturan perundang – undangan yang berlaku di Indonesia. Narkoba juga merupakan ancaman serius bagi generasi muda.

“Perbuatan kamu (terdakwa – red) dapat merusak masa depan generasi bangsa,” imbuh Marta.

Oleh karenanya, lanjut Marta, terdakwa juga dibebankan membayar denda sebesar 1 miliar, subsider 3 bulan kurungan.

Putusan terhadap Mahi Nerlando, ternyata lebih ringan 2 tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nurhasaniati, yang sebelumnya menuntut agar terdakwa dihukum dengan pidana penjara selama 10 tahun.

Usai mendengarkan vonis yang dibacakan ketua majelis hakim Marta Napitupulu didampingi Renni Pituah Ambarita dan Egi Novita, terdakwa langsung menyatakan menerima putusan tersebut.

“Saya terima putusannya yang mulia,” Kata Mahi Nerlando usai berkonsultasi dengan penasehat hukumnya Elisuita, Sh.

Untuk diketahui, Mahi Nerlando ditangkap oleh petugas Asvec Bandara Hang Nadim Batam karena hendak menyelundupkan sabu seberat 59 gram dari Batam tujuan Lampung.

Penangkapan ini berawal dari kecurigaan petugas atas gerak – gerik terdakwa pada saat melewati pemeriksaan di pintu keberangkatan Bandara Hang Nadim Batam. Pada saat pemeriksaan, petugas menemukan 1 paket narkotika jenis serbuk kristal diduga sabu seberat 59 gram yang tersimpan di selangkangannya.

Untuk pemeriksaan lanjutan, terdakwa beserta barang bukti di bawa ke Ruang Pemeriksaan Bea & Cukai bandara untuk di interogasi.

Dari hasil ineterogasi, terdakwa mengakui bahwa barang haram ini merupakan miliknya sendiri yang Ia beli dari Akiong (DPO) seharga Rm 5000 (Ringgit Malaysia).

Rencananya, sabu seberat 59 gram yang Ia bawa dari Malaysia melalui pelabuhan tikus ini akan di bawa ke Lampung melalui Bandara Hang Nadim Batam. (RH)

Kategori:Hukum

Tagged as: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.