Headline

Terungkap, Terdakwa Tahir Ferdian Jual Aset Perusahan Sebelum RUPS

Sidang Lanjutan Perkara Penggelapan Atas Terdakwa Tahir Ferdian di PN Batam

TINTAEMAS.CO, Batam – Tahir Ferdian alias Lim Chong Peng, terdakwa penggelapan dalam jabatan, kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (17/10/2019).

Dalam persidangan yang beragendakan pemeriksaan saksi, terungkap banyak kejanggalan terkait penjualan aset perusahan PT Taindo Citratama yang dilakukan terdakwa Tahir Ferdian selaku komisaris di perusahaan tersebut.

Hal ini di ungkapkan saksi Reni Tresia dan 4 orang saksi lain yang di hadirkan oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam.

Dihadapan ketua majelis hakim Dwi Nuramanu dan Efrida Yanti serta Yona Lamerosa, saksi Reni Tresia mengatakan bahwa awalnya Ia diminta Ludijanto Taslim selaku Direktur PT Taindo Citratama untuk menjual aset perusahaan.

Setelah mendapat calon pembeli, kata Reni, para pemegang saham ( Ludijanto Taslim selaku Direktur dan Tahir Ferdian selaku komisari PT Taindo Citratama – red) bersepakat untuk melakukan rapat umum pemegang saham (RUPS).

“Dalam RUPS, terjadi kesepakatan bahwa, dalam sebulan Ludijanto Taslim harus menyelesaikan proses jual beli aset perusahaan setelah RUPS. Apabila dalam sebulan proses jual beli belum terjadi, maka akan di ambil alih terdakwa Tahir Ferdian untuk melakukan proses jual beli aset tersebut,” terang Reni.

Sebelum RUPS, kata dia, pihak Ludijanto Taslim telah mendapatkan calon pembeli, yaitu PT Indo Port Utama yang bersedia membeli seluruh aset perusahaan seharga Rp 40 miliar.

Dengan adanya kesepakatan antara kedua bela pihak, lanjut Reni, PT Indo Port Utama kemudian melakukan beberapa kali 2 survei ke PT Taindo Citratama yang berada di Sekupang. Namun, pada saat melakukan survei kedua, ternyata aset – aset perusahaan yang hendak di beli ternyata sudah tidak ada di tempat atau sudah berpindah lokasi.

“Mengetahui semua aset perusahaan milik PT Taindo Citratama sudah tidak ada di tempat, PT Indo Port Utama kemudian membatalkan kesepakatan jual beli tersebut,” Ungkap Reni.

Masih kata Reni, ternyata pembatalan jual beli ini terjadi lantaran aset – aset perusahaan tersebut telah di jual terdakwa Tahir Ferdian tanpa sepengetahuan Ludijanto Taslim selaku Direktur PT Taindo Citratama.

“ Tanpa sepengetahuan Pak Ludjianto, terdakwa Tahir Ferdian sudah terlebih dahulu menjual seluruh aset perusahaan sebelum RUPS dilakukan, tepatnya tanggal 26 Juli 2016. Sementara RUPS sendiri digelar pada tanggal 9 September 2016,” lanjut Reni.

Mengetahui seluruh aset sudah dijual, kata Reni, pihak Ludijanto Taslim melakukan 3 kali melayangkan somasi terhadap terdakwa, namun tidak di indahkan oleh terdakwa, akhirnya Ia melaporkan terdakwa ke kepolisian.

“ Somasi yang dilayang Pak Ludjianto tidak dihiraukan terdakwa, akhirnya Ia di laporkan ke kepolisan,” pungkasnya.

Perlu diketahui, terdakwa Tahir Ferdian alias Lim Chong Peng yang merupakan Komisaris PT Taindo Citratama diadili lantaran menggelapkan aset perusahaan senilai miliaran Rupiah.

Tahir memiliki saham sebesar 50 persen diperusahaan yang bergerak dibidang daur plastik di Sekupang, Kota Batam.

Tanpa RUPS, Tahir menjual aset berupa lahan, bangunan dan peralatan produksi. Sehingga, PT Taindo Citratama diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp 25,7 miliar.

Atas Perbuatannya, terdakwa Tahir Ferdian alias Lim Chong Peng dijerat dengan Pasal 374 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (RH)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.