Hukum

Lakukan Penipuan, Hendri Mantan Kasatpol – PP Batam Dituntut 1 Tahun Penjara

Terdakwa Hendri Usai Menjalani Sidang Pembacaan Tuntutan di PN Batam.

TINTAEMAS.CO, Batam – Kasus penipuan yang dilakukan mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam, Hendri memasuki babak akhir di Pengadilan Negeri Batam.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pengganti, Frihesti Putri Gina menuntut agar terdakwa Hendri dihukum dengan pidana penjara selama 1 tahun.

JPU Frihesti Dalam amar tuntutannya menyatakan bahwa, perbuatan terdakwa telah melanggar Pasal 378 KUHP atau kedua Pasal 372 KUHP.

“Menuntut agar majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini agar menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa Hendri dengan pidana penjara selama 1 tahun,” Kata Frihesti di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (15/10/2019).

Dalam pertimbangannya, Frihesti menyebutkan bahwa dalam perkara ini JPU tidak menemukan alasan pembenar dan pemaaf dari diri terdakwa sehingga terbebas dari segala jeratan hukum.

“Tidak ditemukan alasan pembenar dan pemaaf atas perbuatan terdakwa,” katanya.

Selain itu, lanjut Frihesti, akibat perbuatan terdakwa (Hendri – red) korban Suharsad mengalami kerugian hingga Ratusan Juta Rupiah.

Menanggapi hukuman itu, terdakwa yang duduk dikursi pesakitan langsung meminta keringanan hukuman kepada majelis hakim yang diketuai Jasael didampingi Efrida Yanti dan Muhammad Chandra.

“Atas tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), Saya mohon keringanan hukuman yang mulia. Saya sangat menyesal dan tidak akan mengulangi perbuatan tersebut,” pinta Hendri.

Usai mendengarkan pembacaan surat tuntutan dari JPU dan Nota Pembelaan (Pledoi) secara lisan dari terdakwa, majelis hakim kemudian menunda persidangan selama sepekan untuk pembacaan putusan.

“Untuk pembacaan putusan, sidang kita tunda hingga satu minggu,” pungkas Jasael.

Perlu diketahui, terdakwa Hendri yang merupakan mantan Kasatpol – PP diseret ke Pengadilan setelah dilaporkan oleh Suharsad terkait dugaan penipuan dan penggelapan pada Bulan Mei 2016 lalu.

Saat itu, Hendri menawarkan pekerjaan pengadaan barang dan jasa yaitu pengadaan pakaian senam serta pengadaan katering di Satpol PP kepada Suharsad.

Adapun nilai pengadaan pakaian senam ini sebesar Rp 150 juta dan katering Rp 120 juta. Total modal kerja untuk kedua pekerjaan tersebut yaitu senilai Rp 180 juta dan pada saat itu Hendri meminta modal di awal kepada Suharsad berbekal Surat Perintah Kerja.

Dalam perjalanannya, Suharsad meminta keuntungan dari proyek tersebut namun oleh Hendri tak kunjung diberikan. Untuk meyakinkan Suharsad, Hendri lalu membuat surat pernyataan pengembalian modal awal dan keuntungan kepada Suharsad tertanggal 23 November 2016.

Namun terdakwa ternyata tidak juga mengembalikan modal yang diketahui dipergunakan untuk kepentingan pribadinya. Ia pun dilaporkan hingga kasusnya bergulir di meja hijau.

RH

Kategori:Hukum

Tagged as:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.